Sejarah
Pada jaman dahulu putra dari Bupati Trenggalek yang sedang bertapa di ganggu oleh binatang Orong–orong dan Persil. Lalu kedua binatang tersebut di tutup dengan tempurung oleh putra Bupati Trenggalek tersebut. Dan kemudian setelah selesai bertapa, Persil yang sebelumnya ditangkap di lempar ke arah Timur dan Jatuh di Dukuh Krucil. Sedangkan binatang orong–orong di biarkan di tempatnya untuk selanjutnya menjadikan asal mula nama desa yang sekarang disebut Desa Binorong.
Sedangkan menurut sejarah terbentuknya desa Binorong hanya sedikit data dan informasi yang diketahui, pada jaman penjajahan Belanda setelah perang Diponegoro Berlangsung pada tahun 1825-1830, salah seorang bekas prajurit Pangeran Diponegoro berkelana sampai di Karesidenan Banyumas dan menetap di Desa Binorong dan diangkat oleh warga menjadi kepala desa pertama dan kemudian mengangkat anaknya Jaya Sentana untuk meneruskan jabatan kepala desa.
Sejarah Kepemimpinan Desa Binorong dari Masa ke Masa
| TAHUN | PEMIMPIN (KEPALA DESA) |
|---|---|
| (tahun tidak diketahui) | JAYA SENTANA |
| - 1933 | KARYA BESARI |
| 1933 – 1975 | AMAD SAMSURI |
| 1975 – 1990 | PRAMONO SUPARMAN |
| 1990 – 1994 | R. BAMBANG CIPTO MARDOWO |
| 1994 – 2003 | SRI UMIYATI |
| 2003 – 2013 | AMRULLOH, S.Sos |
| 2013 – 2019 | BUNYAMIN |
| 2019 – 2025 | AMRULLOH, S.Sos |